Sabtu, 23 Juni 2018

Gereja St. Antonius Padua, di Sasi - Kefamenanu, NTT, gereja batu alam yang unik dan artistik


Wooww…  Ckckckc…. Amazingg…. Luar biasa…. Menakjubkan… Kereeennn….
Itulah kata-kata yang umum yang  akan terucap saat melihatnya…
sebuah bangunan ikonik,…yang terdiri dari susunan batu-batu alam yang didominasi warna merah kecoklatan/merah bata..dengan arsitektur yang indah… yaitu gereja katolik St. Antonius Padua, di Sasi, Kefamenanu, Timor NTT… Bangunan ini lebih dikenal sebagai gereja Sasi.



Gereja Sasi, Kefamenanu, tampak belakang
Ya…. mengisi Liburan lebaran yang lalu, dari Flores saya berlibur ke Kupang.. selain bertemu dan bersenang-senang bersama  keluarga di Kupang juga  keluarga besar yang datang dari Sumba dan Jawa ke Kupang untuk suatu acara keluarga di Kupang…  saya juga manfaatkan untuk traveling ke kota Kefamenanu (biasa disingkat Kefa), ibukota Kabupaten Timor Tengah Utara di pulau Timor, NTT…  untuk melihat dari dekat sebuah bangunan gereja unik, megah,….instagramable…dan sangat rekomended untuk dikunjungi…
.Bangunan unik ini dapat dijangkau dengan mudah menggunakan mobil atau sepeda motor dari kota Kupang. Bagi kamu yang domisili di luar kota Kupang, dan yang suka traveling, untuk mencapai gereja ini sangat mudah… datanglah ke Kupang (ibukota provinsi NTT… dari Kota Kupang, kamu bisa menggunakan sepeda motor  atau mobil (tersedia sepeda motor atau mobil travel) atau bis umum menuju  kota Kefa dan sebelumnya kamu akan melewati kota SoE, ibukota Kabupaten Timor Tengah Selatan,  dengan waktu tempuh Kupang-SoE-Kefa skitar 4-5 jam. Kondisi jalan relative mulus (aspal hotmix), dan umumnya rata, wallauoun kadang melewati kelokan2  dan turunan serta tanjakan yang tidak terlalu ekstrim..  di sepanjang perjalanan kamu bisa menyaksikan view panorama alam yang indah.. ada bukit2 kecil  dengan sedikit pohon lontar dan pohon2 khas daerah kering lainnya.. ada ternak2 sapi sedang merumput.., kadang melewati hutan kecil, kdaerah persawahan dan perkebunan sayur.. dan sungai (kali) yang besar/luas dengan sedikit air (saat musim kemarau)…

Gereja Sasi, Kefamenanu, tampak samping
Gereja St. Antonius Padua, Sasi Kefamenanu, sebuah gereja Katolik mulai dibangun pada tahun 2004 pada masa pelayanan Pastor Paroki Antonio Razolli, OFM Conv., yang merupakan Pastor paroki  saat itui. Beliau juga sebagai salah satu pendorong dan pencetus ide untuk dibangunnya gereja ini. Selain donasi dan persembahan umat paroki Sasi dan donatur lainnya, konon katanya, salah satu ponakan Pastor Antonio, si pesepakbola legendaris Italia, Alessandro Del Piero, disebut2 sebagai salah satu donatur pembangunan gereja ini, bahkan lonceng yang ada di gereja ini terdapat tandatangan asli dari Del Piero.. Jiihaaa…. ada juga jejak bintang sepakbola Italia ini di pulau Timor, NTT..


Gereja St. Antonius Padua, Sasi, Kefamenanu
di bawah salib itu terdapat lonceng yang ada tandatngan Alessandro Del Piero

Gereja setinggi 7 meter berbentuk setengah lingkaran ini berada di Jl El Tari KM 7 Kefamenanu, atau 7 km sebelum memasuki Kota Kefa dari arah Kupang/SoE, gereja ini berada di kanan jalan. Dari jalan utama tersebut tidak jelas terliihat karena memang terhalang pepohonan..
Desain gereja ini berbeda dari gereja umumnya di Indonesia.. Daya tarik gereja ini karena hampir 90 persen struktur dinding/tembok tersusun dari batu-batu alam Timor, yang diambil di sekitar kota Kefa yaitu dari wilayah Neonbonat, Suspini dan Muklin.  Batu-batu tersebut dipahat dengan tangan dan mesin pahat, menyerupai batu bata. Setiap batu sangat diperhatikan dengan cermat dan teliti ukuran, bentuk dan coraknya, serta warna (orange, merah, dan coklat) sehingga saat disusun menjadi indah dan menghasilan tampilan yang sangat menarik. 
Batu demi batu  disusun dan  ditata dengan rapi kait mengkait satu dengan yang lain; di bagian dalam dan atap,  ditopang oleh kayu-kayu lokal pilihan, sehingga  menghasilkan sebuah tampilan bangunan gedung yang unik dan agung… menjadi daya tarik tersendiri bagi para peziarah atau pelancong untuk mengunjungi gereja in
dinding dari batu alam yang ditata dengan rapi dan cermat
batu alam ditata sedemikain presisinya dan menghasilkan dinding bantu yang unik dan indah

alur garis  dan formasi batua alam  yang khas menampilkan corak dinding yang indah...
Bangunan gereja  ini terdiri dari dua lantai, yaitu lantai pertama yang merupakan ruang ibadah (misa) lalu lantai kedua yang  digunakan sebagai aula/ruang pertemuan. Untuk dapat masuk ke dalam gereja, ada tiga pintu yang bisa digunakan yaitu pintu utama yang berhadapan dengan SMPK St. Antonius Padua, lalu pintu sebelah kiri dan yang terakhir adalah pintu belakang yang berada di samping aula gereja.  
pintu utama untuk masuk ke dalam gedung gereja
Di depan sebelah kanan  pintu utama terdapat patung St. Antonius yang diletakkan di atas prasasti (dari marmer) sebagai monumen mengenang peresmian gereja oleh Uskup Atambua, Mgr. Anton Pain Ratu,SVD pada tanggal 13 Juni 2006.
Patung St Antonius dan prasasti peresmian gereja
yang terletak di samping kanan pintu masuk utama gereja
Pintu seblah kiri gereja



tangga menuju pintu balakang, di samping aula pertemuan yang ada di lantai bawah 


DI samping kanan gedung atau di samping kanan pintu uatama terdapat tangga-tangga menuju aula. Desain tangga dan pot-pot bunga yang sederhana yang memperhatikan kesesuaian bagian-bagian bangunan,  memperkuat kesan natural dan klasik, menambah artistiknya bangunan ini.
Tangga-tangga daei batu alam dengan pot bunga sederhana
 memperkuat kesan natural dan klasik

Saat berkunjung ke gereja ini, pada hari minggu siang, dan gereja ditutup karena akan digunakan untuk misa sore hari sehingg saya tidak dapat masuk/melihat bagian dalam gereja tempat pelaksanaan misa/ibadah minggu.
Di salah satu sisi gereja dibuat bentuk kolom-kolom dengan tiang-tiang yang tinggi. membuat gedung ini telihat megah dan sangat berkarakter..
kolom-kolom tiang setinggi 7 meter, membuat bangunan ini
 terlihat kokoh dan berkarakter
Saat saya mengunjungi gereja ini, banyak juga pengunjung lainnya. Kami mengambil gambar bangunan dan ada juga yang memanfaatkan untuk ber-swafoto (selfie). Sayangnya  saat itu kami tidak dapat melihat bagian dalam/utama dari bangunan gereja yang digunakan untuk  kebaktian/misa, namun saya hanya  dapat melihat bagian bawah/lantai bawah gedung (basement) yg digunakan sebagai aula/tempat pertemuan, itupun hanya bisa melihat dan mengambil gambar dari salah satu jendela yang terbuka.


Aula yang terletak di lantai dasar (basement)

Selain keuinikan dan keindahan dinding bangunan gereja, bagi umat/pengunjung yang ingin mengelilingi bangunan ereja, di sisi bagian depan terdapat jalur jalan (track walk) yang dibuat dari tatanan batu2 alam kecil-kecil dan diletakkan secara teratur dan agak menonjol. Jika kita melalui jalur track ini dengan melepaskan alas kaki, sangat bagus karena terasa semacam dilakukan pijat refleksi... dengan menginjakkan kaki pada batu alam. akan menstimulasi titik-titik syaraf refleksi di kaki dan memberikan reaksi positif pada organ-organ tubuh yang berhubungan dengan titik refleksi di telapak kaki..... Menurut ahli kesehatan, rajin melakukan pijat refleksi yang murah meriah ini dengan berjalan tanpa alas kaki di batu alam dapat memperlancar peredaran darah, menyembuhkan rematik dan asam urat, meningkatkan hormone endorphin untuk relaksasi tubuh dan menjaga kesehatan tetap prima…Siiipp..kan.. jadi ke gereja ini, selain bisa ikut misa, melihat gedung yang indah, skalian dapat bonus sehat juga  gratis lagi… hehehe..

jalur track dengan susunan batu alam yang terletak di samping bangunan 


batu-batu alam yang sangat bagus untuk "pijat refleksi"


Persis di samping kanan gereja terdapat sebuah gedung sekaligus perkantoran gereja dan juga untuk kegiatan lainnya, yaitu gedung Graha Fransiskus Assisi, yang juga punya desain arsitektur indah bergaya eropa klasik. Di halaman sekitar gereja banyak ditanami pohon-pohon umur panjang yang menambah sejuknya lokasi ini..Jika kamu berkunjung ke tempat ini dijamin kamu akan merasa nyaman dan betah berlama-lama di sini.


Graha St Fransiskus Assisi

Sejak diresmikan pada tahun 2006 yang lalu, gereja ini sudah banyak menarik perhatian masyarakat di daerah Kefa maupun di luar daerah. Gereja Sasi yang dijadikan sebagai salah satu destinasi wisata rohani ini juga sering dikunjungi oleh wisatawan baik dari dalam maupun luar negeri dan dijadikan lokasi untuk foto-foto termasuk untuk pengambilan foto prawedding..


Gereja St Antonius Padua, Sasi, Kefamenanu 
Finally….  bagi kamu yang blom kesini.. sangat rekomended deh.. segeralah pesan tiket, angkat ransel dan brangkat.. atau  setidaknya  masukkan dalam “priority list” sebagai objek yang harus dikunjungi…dan tinggal atur waktu untuk traveling ke sini.

Oiya, sebelumnya sih sebenarnya sudah  janjian kalo saya ke Kefa, kolega saya Regina Amsikan siap jd tour guide…  tetapi saat saya ada kesempatan ke Kefa justru beliau ada kegiatan yang tidak dapat ditinggalkan di kampung halamannya di luar kota Kefa… tak mengapa.. lain kali ya....karena masih banyak tempat yang bagus di sekitar Kefa yang perlu dikunjungi.. seperi Tanjung Bastian, Perbatasan Wini, dll..

So, trims berlimpah buat pa’Pol Muhammad Aris yang baik hati, tidak sombong dan rajin menabung.... yang sudah membantu,transportasi dan konsumsi saat saya di Kefa dan dari Kefa, SoE sampai Kupang…walupun waktu mampir di salah satu cafe bagus di SoE sempat punya pengalaman yang kurang menyenangkan.. pesanan cuma cappucino dan milo panas.. tapi hampir 1 jam menunggu, pesanan tak kunjung datang2.. akhirnya angkat kaki dan teruskan perjalanan ke Kupang.. hehehe....

OK.. itu sdikit tulisan saya tentang kunjungan saya ke gereja Sasi di Kefa-NTT... sampai jumpa di tulisan berikutnya.......

3 komentar:

  1. wah unik ya. sayang ngak bisa masuk ya. pasti di dalam lebih unik lagi. apa lagi ada tanda jejak del piero

    BalasHapus
  2. Ya.. unik dan exotik..bangunan terbuat dari batu alam...
    smoga suatu saat saya bisa kesana lagi....dan bisa melihat/mengambil gambar bagian dalamnya...

    BalasHapus
  3. Keren Pa Dokter, saya sendiri di Timor tapi belum sempat mampir.

    BalasHapus